Kalau kita belum bisa mendamaikan dan menyelesaikan masalah minimal kita jangan membuat masalah. Hendaklah berlapang dada, kita ahlusunnah harus tegas tapi tidak keras. Agar dakwah lebih mudah untuk sampai. Nikmat sunnah itu tidak bisa di ganti dengan sesuatu apapun.
Umat islam harus menjadi satu tidak terpecah belah. Orang yahudi dan nasrani selalu berupaya untuk menggiring kita ke agama mereka. Mengikuti sunnah adalah beragama secara menyeluruh/kaffah. Melarang berselisih dan berpecah belah setelah datang kejelasan atas kalian. Islam selalu mengarahkan ummat untuk berjamaah. Semisal puasa idul fitri idul adha adalah ketika jamaah berpuasa beridul fitri dan beridul adha. Ahlusunnah mengajak kepada perdamaian dan tidak suka mengajak kepada sikap menyelisihi utamanya pemerintah. Perkara Muktabar (terhormat/mulia)
Rasulullah menjadi sosok ditengah sahabat untuk menyelesaikan perselisihan. Oleh karena itu saat ini dibutuhkan sosok seperti beliau yg bisa menyelesaikan perselisihan dan mempersatukan ummat
Rasulullah mengabarkan peristiwa yg akan terjadi setelah beliau bahwa kalian akan mendapati sepeninggalanku perselisihan/perpecahan yg banyak. Bagian dr mukjijat kenabian. Rasulullah memberikan tips berpeganglah kepada sunnahku dan sunnah khulafauroshidin agar kita selamat, Sirotolmustaqim hanya satu. Rasul berpesan. Yahudi terpecah menjadi 71 golongan, nasrani menjadi 72 golongan dan ummatku menjadi 73 golongan. Dan hanya 1 yang akan selamat masuk kedalam surga. Caranya adalah beragama mengikuti jalannya para sahabat beragama, yakni dengan belajar menuntut ilmu agama yg benar.
Perpecahan mayoritas disebabkan oleh kebodohan akan ilmu di bantu dengan pengaruh dari yahudi dan nasrani semisal Syiah dan qodariah dll. Sebaik baik ummat adalah jaman nya sahabat kemudian setelahnya (tabiin) 1 sd 100 H sekitar 180 H kemudian setelahnya (tabiut tabiin) 180 sd 220 H jaman ini perpecahan ada tapi minim sekali. Setalh itu semakin banyak karena ummat semakin jauh dari ilmu
Semakin sedikit ulama maka kerusakannya akan semakin besar, apa lagi orang2 penting disuatu wilayah tidak paham agama maka semakin besar kerusakan di wilayah tersebut.
Hanafi 179 H, Syafii 204 H, ahmad 241 H wafat semua ahlusunnah waljamaah
Khalifah almaun keni fitnah mutazilah mengatakan alquran makhluk, untuk menjaga akidah imam Syafii hijrah ke mesir, mutasim melanjutkan almaun memenjarakan imam akhmad, pengikutnya imam Akhmad menawarkan memberontak. Tapi beliau melarang jangan sampai ada pertumpahan darah. Muwafiq sama melanjutkan mahzab negara mutazilah. Setelah itu khalifah selanjutnya kembali kepada ahlusunnah karena Allah dan kesabaran imam Akhmad. Sejak Khalifahurosidin sampai dinasti Muawiyah, abasiah dan umayah semua bermanhaz ahlusunnah terkecuali sedikit
Sesi pertanyaan
Apabila ada ustad yg salah apakah kita bisa kita masih mengambil ilmu? Tabayun, bertanya kepada ahli ilmu dan jangan menjatuhkan beliau.
Bagaimana mengetahui org berakidah ahlusunnah krn skrg dari penampakan sunnah ternyata khawariz atau yg lain? Seiring berjalannya waktu pasti kelihatan. Tdk terburu buru hati2 dan jaga jarak untuk bermajelis dengan merka agar tdk merusak pemahaman aqidah kita. Tetapi dalam hal muamalah tetap baik.
Orang awam itu dalam hal ibadah taqlid, dalam hal aqidah orang awam taqlid kepada uustadnya. Mahzab itu salah satu rana ulama untuk belajar. Bermahzab atau tidak bermahzab tidak jadi soal. Tetapi harus bermanhaz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar