Rabu, 16 Oktober 2013

Cara Tayammum Sesuai Sunah Nabi

Cara Tayammum Sesuai Sunah Nabi

Cara Tayammum yang Benar, Sesuai dengan Sunah Nabi

Pengertian Tayammum

Tayammum secara bahasa artinya sebagai Al Qosdu (القَصْدُ) yang berarti bermaksud atau bertujuan atau memilih. Allah berfirman:
وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ
“Janganlah kalian bersengaja memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan hal itu, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memejamkan mata terhadapnya” (Qs. Al-Baqarah: 267).
Kata
تَيَمَّمُوا
dalam ayat di atas artinya bersengaja, bermaksud, atau bertujuan. (as-Suyuthy & al-Mahali, al-Jalalain, al-Baqarah: 267)
Sedangkan secara istilah syari’at, tayammum adalah tata cara bersuci dari hadats dengan mengusap wajah dan tangan, menggunakan sho’id yang bersih.
Catatan: Sho’id adalah seluruh permukaan bumi yang dapat digunakan untuk bertayammum, baik yang mengandung tanah atau debu maupun tidak.
Dalil Disyari’atkannya Tayammum
Tayammum disyari’atkan dalam islam berdasarkan dalil al-Qur’an, sunnah dan Ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin.
Adapun dalil dari Al Qur’an adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla,
وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ
فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ
“Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”. (Qs. Al Maidah: 6).
Adapun dalil dari Sunnah, sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dari sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman rodhiyallahu ‘anhu,
الصَّعِيدُ الطَيِّبُ وضُوءُ المُسلِمِ وَإِن لَم يَجِد المَاءَ عَشرَ سِنِين
“Tanah yang suci adalah wudhunya muslim, meskipun tidak menjumpai air sepuluh tahun”.(Abu Daud 332, Turmudzi 124 dan dishahihkan al-Albani)

Media yang dapat Digunakan untuk Tayammum

Media yang dapat digunakan untuk bertayammum adalah seluruh permukaan bumi yang bersih baik itu berupa pasir, bebatuan, tanah yang berair, lembab ataupun kering. Hal ini berdasarkan hadits Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam dari sahabat Hudzaifah Ibnul Yamanrodhiyallahu ‘anhu di atas dan secara khusus,
جُعِلَتِ الأَرْضُ كُلُّهَا لِى وَلأُمَّتِى مَسْجِداً وَطَهُوراً
“Dijadikan permukaan bumi seluruhnya bagiku dan ummatku sebagai tempat untuk sujud dan sesuatu yang digunakan untuk bersuci”. (Muttafaq ‘alaihi)

Keadaan yang Membolehkan Tayammum

Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan Al Fauzan hafidzahullah menyebutkan beberapa keadaan yang dapat menyebabkan seseorang bersuci dengan tayammum,
  • Jika tidak ada air baik dalam keadaan safar/dalam perjalanan ataupun tidak.
  • Terdapat air dalam jumlah terbatas, sementara ada kebutuhan lain yang juga memerlukan air tersebut, seperti untuk minum dan memasak
  • Adanya kekhawatiran jika bersuci dengan air akan membahayakan badan atau semakin lama sembuh dari sakit
  • Ketidakmapuan menggunakan air untuk berwudhu dikarenakan sakit dan tidak mampu bergerak untuk mengambil air wudhu dan tidak adanya orang yang mampu membantu untuk berwudhu bersamaan dengan kekhawatiran habisnya waktu sholat
  • Khawatir kedinginan jika bersuci dengan air dan tidak adanya yang dapat menghangatkan air tersebut.

Tata Cara Tayammum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Tata cara tayammum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dijelaskan hadits ‘Ammar bin Yasirradhiyallahu ‘anhu,
بَعَثَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ ، فَلَمْ أَجِدِ الْمَاءَ ، فَتَمَرَّغْتُ فِى الصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَصْنَعَ هَكَذَا » . فَضَرَبَ بِكَفِّهِ ضَرْبَةً عَلَى الأَرْضِ ثُمَّ نَفَضَهَا ، ثُمَّ مَسَحَ بِهَا ظَهْرَ كَفِّهِ بِشِمَالِهِ ، أَوْ ظَهْرَ شِمَالِهِ بِكَفِّهِ ، ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian aku mengalami junub dan aku tidak menemukan air. Maka aku berguling-guling di tanah sebagaimana layaknya hewan yang berguling-guling di tanah. Kemudian aku ceritakan hal tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau mengatakan, “Sesungguhnya cukuplah engkau melakukannya seperti ini”.  Kemudian beliau memukulkan telapak tangannya ke permukaan tanah sekali, lalu meniupnya. Kemudian beliau mengusap punggung telapak tangan (kanan)nya dengan tangan kirinya dan mengusap punggung telapak tangan (kiri)nya dengan tangan kanannya, lalu beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
Dalam salah satu lafadz riwayat Bukhori,
وَمَسَحَ وَجْهَهُ وَكَفَّيْهِ وَاحِدَةً
“Dan beliau mengusap wajahnya dan kedua telapak tangannya dengan sekali usapan”.(Muttafaq ‘alaihi)
Berdasarkan hadits di atas, kita dapat simpulkan bahwa tata cara tayammum beliaushallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut.
  • Memukulkan kedua telapak tangan ke permukaan tanah sekali  kemudian meniupnya.
  • Mengusap punggung telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan sebaliknya.
  • Kemudian menyapu wajah dengan dua telapak tangan.
  • Semua usapan dilakukan sekali.
  • Bagian tangan yang diusap hanya sampai pergelangan tangan saja
  • Tayammum dapat menghilangkan hadats besar semisal janabah, demikian juga untuk hadats kecil
  • Tidak wajibnya tertib atau berurutan ketika tayammum

Pembatal Tayammum

a. Semua pembatal wudhu juga merupakan pembatal tayammum
b. Menemukan air, jika sebab tayammumnya karena tidak ada air
c. Mampu menggunakan air, jika sebab tayammumnya karena tidak bisa menggunakan air

Catatan:

Orang yang melaksanakan shalat dengan tayammum, kemudian dia menemukan air setelah shalat maka dia tidak diwajibkan untuk berwudhu dan mengulangi shalatnya. Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari sahabat Abu Sa’id Al Khudriradhiyallahu ‘anhu,
خَرَجَ رَجُلَانِ فِي سَفَرٍ ، فَحَضَرَتْ الصَّلَاةُ – وَلَيْسَ مَعَهُمَا مَاءٌ – فَتَيَمَّمَا صَعِيدًا طَيِّبًا ، فَصَلَّيَا ، ثُمَّ وَجَدَا الْمَاءَ فِي الْوَقْتِ ، فَأَعَادَ أَحَدُهُمَا الصَّلَاةَ وَالْوُضُوءَ ، وَلَمْ يُعِدْ الْآخَرُ ، ثُمَّ أَتَيَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَا ذَلِكَ لَهُ ، فَقَالَ لِلَّذِي لَمْ يُعِدْ : أَصَبْت السُّنَّةَ وَأَجْزَأَتْك صَلَاتُك وَقَالَ لِلْآخَرِ : لَك الْأَجْرُ مَرَّتَيْنِ
Ada dua orang lelaki yang bersafar. Kemudian tibalah waktu shalat, sementara tidak ada air di sekitar mereka. Kemudian keduanya bertayammum dengan permukaan tanah yang suci, lalu keduanya shalat. Setelah itu keduanya menemukan air, sementara waktu shalat masih ada. Lalu salah satu dari keduanya berwudhu dan mengulangi shalatnya, sedangkan satunya tidak mengulangi shalatnya.
Keduanya lalu menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan yang mereka alami. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada orang yang tidakmengulangi shalatnya, “Apa yang kamu lakukan telah sesuai dengan sunnah dan shalatmu sah”. Kemudian Beliau mengatakan kepada yang mengulangi shalatnya, “Untukmu dua pahala.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan al-Albani)

Di Antara Hikmah Disyari’atkannya Tayammum

Diantara hikmah tayyamum adalah untuk menyucikan diri kita dan agar kita bersyukur dengan syari’at ini. Sehingga semakin nampak kepada kita bahwa Allah sama sekali tidak ingin memberatkan hamba-Nya. Setelah menyebutkan syariat bersuci, Allah mengakhiri ayat tersebut dengan firman-Nya:
مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak menyucikan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (Qs. Al Maidah: 6).
Penyusun: Ustadz Ammi Nur Baits
Artikel www.carasholat.com
***

Video Cara Tayamum yang Benar Sesuai dengan Sunah Nabi


Video Cara Tayammum Sesuai Tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
***

Alasan Logis Kenapa Saya Memilih Islam

Alasan Logis Kenapa Saya Memilih Islam

1.      Hanya Islam yang riwayat dan historis kehadirannya sangat jelas sejak sebelum di ciptakan manusia, sampai dengan saat ini. Dari Nabi Muhammad mundur ke Nabi Adam, yang lain tidak lengkap

2.      Hanya Islam yang Tuhannya tidak berwujud manusia, dan tidak pula benda atau mahluk.

3.      Hanya Islam yang tidak boleh menggambarkan/memvisualisasikan Tuhanya dalam wujud apapun, sementara agama lain berani menggambarkan tuhanya sesuai prasangkanya.

4.      Hanya Islam yang punya kiblat satu di seluruh dunia, semua tempat ibadah dimanapun harus menghadap ke satu tempat yakni  Ka’bah, agama lain tidak ada, asal arah saja.

5.      Hanya Islam yang cara ibadahnya sama di manapun diseluruh penjuru dunia (tata cara sholat). Dari gerakan dan yang diucapkan saat ibadah (sholat) sama. Yang lain pasti berbeda/tidak sama, dari bahasa  yang diucapkan saat ibadah saja sudah beda antar negara belum lagi yang lainnya.

6.      Hanya Islam yang kitab sucinya sama dan dipakai di seluruh dunia (Al Qur'an), kitab yang lain dipakai adalah sesuai terjemahan bahasa masing-masing yang tentu akan beda terjemah antara penerjemah satu dengan lainnya dan rawan bias.

7.      Hanya Islam yang sampai saat ini kitab sucinya tetap menggunakan huruf (Arab) yang punya kelebihan yakni sangat riskan untuk diubah karena walau tertetes tinta sekecil apapun akan mengubah maknanya

8.      Hanya Islam yang punya konsef wajib zakat dan hitungan secara detail, yang lain hanya sesuai kehendak saja

9.      Hanya Islam yang punya tempat yang dikunjungi oleh seluruh ummat didunia terbanyak (Mekkah/ka'bah) triliunan manusia tidak putus-putus karena masuk dalam rukun islam yang wajib dilaksanakan bila mampu, yang lain tidak ada

10.  Hanya islam yang nama Tuhannya (Allah) dikumandangkan diudara tidak putus putus diseluruh alam jagat raya, buktikan azan diseluruh dunia tidak akan pernah putus-putus karena perbedaan waktu, tidak ada agama lain yang mengumandangkan nama tuhanya diudara tidak putus putus

11.  Hanya islam yang punya syarat wudhu/bersuci untuk sholat/ibadah, yang lain tidak mengenal Nazis. Pakaian tertetes air kencing satu tetespun tidak boleh dipakai ibadah sedang agama lain pasti boleh

12.  Hanya islam yang sangat banyak ummatnya mampu menghapal kitabnya sangat persis (walaupun bukan bahasa mereka), agama yang lain tidak ada satupun yang mampu menghapal kitabnya persis bahkan pemuka agamanya sekalipun, boleh diuji.

13.  Hanya islam yang mewajibkan menutup aurat dengan sempurna, yang lain tidak

14.  Hanya islam yang mengharamkan riba/bunga/rentenir, yang lain tidak

15.  Hanya islam yang punya ibadah harian (sholat), mingguan (jumát), bulanan (Ramadhan), tahunan (idul fitri dan adha), seumur hidup (haji)

16.  Hanya islam yang bisa menggambarkan secara jelas hari kiamat beserta tanda tandanya yang sungguh terjadi nyata pada saat ini, silahkan disandingkan buku bukunya terkait kiamat mana yang lengkap dan banyak

17.  Hanya islam yang semakin hari semakin bertambah banyak yang masuk islam, yang lain tidak, bahkan semakin berkurang. Itu karena hidayah Allah

18.  Hanya islam yang semakin hari semakin teruji kebenaran kitabnya dari penemuan penemuan para ahli/pakar, teori apapun yang ditemukan sealam jagat raya ini selalu selaras dengan Alqurán

19.  Hanya islam yang bisa menggambarkan surga dan neraka dengan sedetail detailnya. Boleh di uji kumpulkan semua tulisan terkait surga dan neraka mana yang paling lengkap dan banyak informasinya

20.  Hanya islam yang punya konsep zihad, untuk kemulian agama justru mengejar kematian (mati malah dicari), yang lain tidak ada,

21.  Hanya islam yang melarang keras berzina/selingkuh dan khamer (miras)

22.  Hanya Islam yang punya aturan detail dan lengkap dari semua urusan manusia sekecil apapun, dirumah tangga, urusan negara, pemerintahan, ekonomi, dari urusan lahir sampai mati. Yang lain tidak lengkap

23.  Hanya islam yang punya konsep ekonomi islam (syariah), yang lain tidak ada

24.  Hanya islam yang punya konsep sesuatu itu Halal, Haram, Mubah, Makruh dll, yang lain tidak.

25.  Hamya Islam yang ibadahnya berbaris teratur tanpa diatur/dengan sendirinya, yang lain tidak teratur atau harus diatur terlebih dahulu

Sementar ini 25 alasan yang baru diutarakan di tulisan ini, Sangatlah yakin bila kita buat alasan bahkan 1001 alasan logis pun masih tidak cukup bila kita utarakan kenapa kita memilih Islam sebagai agama yang kita pilih. Mohon kepada para pembaca muslim tambahkan kenapa Saudara memilih  islam? Suatu saat nanti insyaAllah kita kumpulkan menjadi sebuah buku
Bagi yang beragama islam semoga tulisan ini menguatkan kita untuk tetap istiqomah dijalan islam ini, sementara bagi yang beragama selain islam, hak anda untuk memilih apapun agama anda, karena dalam islam tidak boleh ada paksaan dalam beragama, sekedar mengajak untuk berlogika, agama adalah sebuah pilihan, coba kita merenungkan secara dalam setiap pilihan kita, karena apa yang diutarakan di atas tidak terbantahkan dan boleh anda uji sendiri kebenaranya,  semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Bismillah Perjalanan Tafakur di mulai


Hari ini di kota Malang dengan kesejukan udaranya, Insya Allah akan dimulai serial tafakur, sebagai pembuka maka perjalanan tafakur akan di mulai dari Buku Kitab yang penuh makna dan ilmu, Al Quranul Karim. Semoga Allah memudahkan perjalanan ini, Amin
"Tulisan sederhana yang penting memberi makna"

Jumat, 12 Juli 2013